Etika dan Adab Berbicara~Salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak cucu adam ini adalah komunikasi yang terjadi satu sama lain, mengingat manusia ini adalah makhluk sosial yang tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Dia akan bersosialisasi dengan orang lain. Bentuk sosialisasi tersebut salah satunya berupa komunikasi yang diwujudkan didalam berbicara. Pada posting terdahulu saya sudah bercerita adab ketika berbeda pendapat. Kali ini saya akan sharing Etika dan Adab Berbicara :
  1. Fikirlah dahulu sebelum bertindak termasuk ketika akan berbicara. Bicaralah selalu di dalam hal kebaikan. 
  2. Allah Subhanahu Wa Ta،¦ala berfirman yang artinya, "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia." (An-Nisa: 114)
  3. Bicaralah dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah, dengan ungkapan jelas dan dapat dipahami oleh semua orang agar tidak menimbulkan multitafsir dan tidak dibuat-buat atau dipaksakan.
  4. Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna dan tidak bermanfaat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyatakan "Termasuk baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Maka bicaralah hanya secukupnya. 
  5. Janganlah kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. Lihat situasi sekitar, tidak perlu berbicara jika tidak berkepentingan. Rasulullah Shallallahu 'Aalaihi wa Sallam bersabda, "Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar." (HR. Muslim).
  6. Hindari perdebatan dan saling membantah, sekalipun berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta dalam kondisi bercanda sekalipun. Rasulullah Shallallahu  'Aalaihi wa Sallam bersabda, "Aku menjadi penjamin sebuah istana di taman Surga bagi siapa saja yang menghindari perdebatan sekalipun ia benar; dan penjamin istana di tengah-tengah Surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda." (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
  7. Bersikap tenanglah dalam berbicara dan jangan tergesa-gesa. Bunda Aisyah Radhiyallahu 'Anha menuturkan, "Sesungguhnya apabila Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya." (Muttafaq 'alaih).
  8. Hindari perkataan jorok, kotor, carut dan keji. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Bukankah seorang mukmin (jika ia) pencela, pengutuk atau yang keji pembicaraan-nya.،¨ (HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan dishahihkan oleh Al-Albani).
  9. Hindari sikap memaksakan diri dan banyak omong di dalam berbicara. Hadits Jabir radhiallahu 'Anhu menyebutkan, "Sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan orang-orang yang mutafaihiqun." Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulllah, apa arti mutafaihiqun?" Nabi menjawab, "Orang-orang yang sombong." (HR. At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).
  10. Hindari ghibah (menggunjing) dan mengadu domba. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (Al-Hujurat: 12).
  11. Dengarkanlah pembicaraan orang lain dengan baik dan jangan memotong pembicaraannya, juga tidak menampakkan bahwa kita mengetahui apa yang dibicarakannya, jangan sekali-kali menganggap rendah pendapatnya atau mendustakannya.
  12. Jangan memonopoli pembicaraan, berikanlah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.
  13. Hindari berkata-kata kasar, dan ucapan yang menyakitkan perasaan. Jangan mencari-cari kesalahan dari kekeliruan pembicaraan orang lain, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan. 
  14. Hindari sikap mengejek, memperolok-olok dan meman-dang rendah orang yang berbicara. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan)." (Al-Hujurat: 11).
  15. Jangan terlalu keras bersuara, Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (QS. Lukman :19)
  16. Janganlah memanggil tuan yang mulia kepada orang fasik.
  17. Janganlah bersumpah selain dengan nama Allah Azza Wajalla.
  18. Jangan mencaci dan menyalahkan masa, terutama kepada kaum muslimin.
Itulah beberapa Etika dan Adab Berbicara. Hal ini patut kita perhatikan mengingat berbicara merupakan pekerjaan yang hampir dipastikan akan kita lakukan setiap hari dengan orang-orang yang berada disekitar kita. Agar berbicara kita mendatangkan keberkahan dan manfaat baik pada kita maupun pada yang mendengarkan, maka sebaiknya cobalah etika dan adab-adab tersebut. Demikian Sobat, semoga bermanfaat~Semilir hati

0 comments:

Poskan Komentar

Jika sobat merasa informasi ini bermanfaat, silahkan sobat memberikan komentar. Jika sobat hendak men-COPY ARTIKEL INI, MOHON KIRANYA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MARI KITA SALING MENGHARGAI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Jangan lupa, klik Google+ diside bar sebelah kiri