09.20
0

Sebagai orang tua, mungkin kita sering kesal melihat anak-anak terlalu sering bermain. Kejar-kejaran, sepak bola, bersepeda, berlarian naik turun tangga dan sejenisnya. Sebagian orang tua bahkan lebih senang anak-anaknya bermain games komputer daripada  beraktifitas secara fisik.
Bermain games apalagi interaktif atau strategi konon dapat membuat anak lebih cerdas dan cepat tanggap. Namun anggapan ini  sepertinya harus diralat. Ternyata bermain game tak membuat otak lebih pintar. Sebuah studi menunjukkan game yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan kognitif ternyata tidak membuat pemakainya lebih pintar. Setidaknya inilah hasil riset oleh sebuah tim yang diketuai Adrian Owen, asisten direktur unit Cognitive and Brain Sciences di Medical Research Council Inggris.
Para peneliti merekrut peserta dari pemirsa acara sains BBC, Bang Goes the Theory. Lebih dari 8.600 orang berusia 18 s.d 60 tahuun diminta untuk memainkan game asah otak online yang dirancang peneliti untuk meningkatkan memori mereka, pemikiran dan keterampilan lainnya setidaknya 10 menit sehari 3 kali seminggu.
Mereka dibandingkan dengan 2.700 orang yang tidak memainkan permainan otak tetapi menghabiskan waktu yang sama untuk surfing internet dan menjawab pertanyaan pengetahua umum. Semua peserta kemudian diberi tes IQ sebelum dan sesudah percobaan.
Para peneliti mengatakan mereka yang meainkan game asah otak tidak meunjukkan peningkatan apapun dalam tes kecerdasan yang dilakukan. Sebaliknya mereka yang berselancar didunia maya menunjukkan tingkat kecerdasan lebih tinggi.
Kemampuan yang didapat lewat program game ternyata tidak berdampak banyak pada hasil kognitif tes.Padahal soal  tes pertama dan keduasangat mirip tapi kami tidak menemukan perubahan, kata owen. Hasil  penelitian sepenuhnya didanai BBC ini dimuat dimajalah ilmiah nature.
Jika kita bermain game untuk kegembiraan boleh-boleh saja.Ujar Adrian Owen peneliti utama studi tersebut. Tapi jika megharapkan game-game ini untuk meningkatkan IQ anda, data penelitian menunjuukkan hal ini tidak akan terjadi.
Akhirnya diapun menyimpulkan jika program gamepelatihan otak hanya akan berdampak bagi kegiatan tertentu saja sesuai dengan program yang dipelajari dan tidak untuk mencerdaskan otak. (Republika/detik)

0 comments:

Posting Komentar

Jika sobat merasa informasi ini bermanfaat, silahkan sobat memberikan komentar. Jika sobat hendak men-COPY ARTIKEL INI, MOHON KIRANYA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MARI KITA SALING MENGHARGAI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Jangan lupa, klik Google+ diside bar sebelah kiri