00.31
0

Hadiah Bagi Tuntutan Anak~Suatu ketika saya berada disebuah pusat perbelanjaan. Ada seorang ibu yang membimbing anaknya ikut didalam antrian sebelum melakukan pembayaran. Tiba-tiba si anak merengek-rengek meminta mainan yang ada disebuah etalase disebelah kasir. Sang ibu berusaha membujuknya dan memberi pengertian kepadanya bahwa mainan serupa sudah dia miliki dirumah. Tetapi sianak tetap kukuh meminta mainan yang diinginkannya tersebut. Tangisan si anak semakin menjadi-jadi dan sang ibu pun panik dan berusaha menggendong sianak. Tetapi ketika antrian semakin panjang, sianak pun semakin heboh dan beraksi lebih kuat dari sebelumnya. Ia meronta-ronta dan terlepas dari pegangan sang ibu sambil berguling-guling dilantai pertokoan. Sang ibu merasa jengkel, marah sekaligus malu dihadapan para pembeli lainnya. Akhirnya siibu berkata "Ya sudah, ambil satu ya, sudah, diam".
Disaat kita memberi pernyataan, …”Ya sudah, ambil satu ya, sudah, diam.” … kita telah memberikan hadiah pada perilaku buruk yang dilakukannya. Dan sejak saat itu, anak akan mempelajari sesuatu  hal bahwa untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya maka dia harus membuat perlawanan yang cukup heboh di tempat yang “strategis” seperti dikeramaian, pokoknya dihadapan orang banyak. Anak akan mempelajari bahwa apa pun yang diinginkannya dapat terpenuhi apabila melalui perlawanan yang gigih. Kejadian ini akan terus berulang dan diuji cobakan pada permintaan-pemintaan yang lain.
Sebaiknya yang harus kita lakukan adalah tetap konsisten, tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang tua yang ‘tega’ atau ‘kikir’ atau otoriter. Ingatlah bahwa kita sedang mendidik anak kita. Apabila kita konsisten pada komitmen dengan tetap pada pendirian untuk tidak memenuhi permintaan anak karena suatu pertimbangan sebelumnya, anak tak akan pernah mencobanya lagi. Apa pun alasannya, jangan pernah memberi hadiah pada perilaku buruk si anak. ~Semilir hati

0 comments:

Posting Komentar

Jika sobat merasa informasi ini bermanfaat, silahkan sobat memberikan komentar. Jika sobat hendak men-COPY ARTIKEL INI, MOHON KIRANYA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MARI KITA SALING MENGHARGAI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Jangan lupa, klik Google+ diside bar sebelah kiri