14.37
0

Perubahan Instan Pada Anak~Sobat semilir, saya tidak akan bercerita mengenai hidangan cepat saji seperti gambar disamping, mie instan, siapa sih yang tidak kenal dengan mie instan seperti gambar tersebut ? Dari kota hinggap pelosok negeri hampir dapat diyakinkan bahwa mie instan dapat diperoleh. Hidangan yang dapat diolah dengan mudah oleh orang tua hingga anak-anak, dalam hitungan menit, mie ini dapat dihidangkan dan siap untuk disantap, benar-benar instan. Yang ingin kita bahas kali ini adalah salah satu proses mendidik anak, ketika anak terlambat bangun, tidak membereskan tempat tidur atau sulit dimandikan, malas membuat PR, malas makan, suka bertengkar dengan adiknya, dan lain sebagainya, kita cenderung meninginkan anak kita dapat berubah total dalam waktu singkat, bahkan kalau bisa dalam jangka waktu sehari saja.
Karena zamannya adalah zaman serba cepat, serba instan,  terbiasa hidup dalam budaya “instan” seperti mie instan, susu instan, the instan, makanan pun ada makanan cepat saji, fastfood, sehingga setiap anak berbuat salah, kita juga menginginkan sebuah perubahan yang instan juga. Padahal, apabila kita sering memaksakan perubahan pada anak kita dalam waktu singkat tanpa tahapan yang wajar untuk pencapaian perubahan tersebut, kemungkinan besar anak sulit memenuhinya, karena setiap anak memiliki tipe, kondisi fisik dan temperamen yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Dan ketika ia gagal dalam memenuhi keinginan kita, ia akan frustasi dan tidak yakin bisa melakukannya lagi. Akibatnya ia memilih untuk melakukan perlawanan seperti banyak memberi alasan, acuh tak acuh, masa bodoh, marah-marah bahkan bisa-bisa membantah.
Sebaiknya, jika kita mengharapkan perubahan kebiasaan pada anak, berikanlah ia waktu untuk tahapan-tahapan perubahan yang rasional untuk bisa dicapainya. Hindari target perubahan yang tidak mungkin bisa dicapainya. Bila mungkin ajak ia melakukan perubahan dari hal yang paling mudah terlebih dahulu. Biarkan ia memilih hal yang paling mudah menurutnya untuk diubah. Jika ia berhasil, itu akan memotivasi anak untuk melakukan perubahan kepada hal-hal lainnya yang lebih sulit. Puji ia dan jika perlu dirayakan setiapperubahan yang berhasil dilakukannya, sekecil dan sesederhana apa pun perubahan tersebut. Ini untuk menunjukkan betapa seriusnya perhatian kita terhadap usaha yang telah dilakukannya. Pusatkan pujian kita pada usaha kerasnya dan jangan memusatkan pada hasilnya yang kadang-kadang kurang memuaskan kita.~Semilir hati

0 comments:

Posting Komentar

Jika sobat merasa informasi ini bermanfaat, silahkan sobat memberikan komentar. Jika sobat hendak men-COPY ARTIKEL INI, MOHON KIRANYA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MARI KITA SALING MENGHARGAI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Jangan lupa, klik Google+ diside bar sebelah kiri