Seks Indah Bernilai Ibadah~Marie Von Ebner-Eschenbach (1830-1916), seorang novelis Austria kenamaan pernah berkata "Seandainya didunia ini ada surga, surga itu adalah pernikahan yang bahagia. Akan tetapi, bila ada neraka, ia adalah rumah tangga yang hancur berantakan". Pendapat yang sulit untuk dibantah, karena pernikahan yang bahagia adalah laksana surga dunia. Dan salah satu bumbu dari sebuah pernikahan yang bahagia adalah Seks, meskipun Seks bukan segalanya.
Sobat semilir, dahulu kita pernah membahas perkara yang oleh sebagain masyarakat dianggap sebagai hal yang tabu yaitu Etika Di Malam Pertama. Dianggap tabu karena sebahagin mereka masih malu-malu untuk bercerita atau bertukar pendapat masalah yang berhubungan dengan Seks. Padahal, Seks adalah sebuah Fithrah yang dikaruniakan Allah Azza Wajalla kepada setiap insan, yang dianya tidaklah tabu untuk dibicarakan, namun yang penting, dibicarakan dengan cara yang sopan, beretika dan syar'i, karenanya insyaAllah beberapa tulisan kedepan, semilir hati akan membahas hal-hal yang terkait dengan Seks yang merupakan saduran dari buku "Seks Indah Penuh Berkah", agar naluri ilmiah yang satu ini, dapat berjalan dijalur yang semestinya, baik bagi pasutri alias pasangan suami istri, maupun bagi capasutri, alias calon penganten baru.
Didalam al-Qur'an dikatakan : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21). Disini jelas sekali bahwa didalam Islam, fitrah Seks yang melekat pada setiap insan, tidak boleh dikekang, dikebiri bahkan dimatikan. Islam melaknat segala upaya yang mencoba mengingkari eksistensi fithrah ini sebagaimana Islam juga melaknat orang yang menyalurkan  nafu seksualnya secara liar tanpa bingkai yang disebut pernikahan.
Didalam ayat diatas dapat disimpulkan hikmah-hikmah yang tak terhingga jumlahnya, namun diantaranya kita ketahui adanya :
  1. Allah azza wajalla menganjurkan kepada setiap manusia untuk menikah.
  2. Menikahlah dengan "jenismu sendiri", artinya menikahlah dengan yang sebangsa, yaitu bangsa manusia. Jangan coba tiru gaya nyeleneh dinegeri sono, yang menikah dengan tembok lah, menikah dengan patung lah, atau bahkan menikah dan "bergaul" dengan binatang !
  3. "Menciptakan untukmu istri-istri". Situs Wikipedia mengatakan bahwa  Istri adalah salah seorang pelaku pernikahan yang berjenis kelamin wanita ! Jadi jelas, seorang pria tersebut beristrikan seorang wanita, karena impilkasi sebuah pernikahan adalah untuk keberlangsungan keturunan. Gak akan mungkin hal ini tercapai jika perkawinan dilakukan antara sesama jenis.
  4. Pernikahan yang dilandasi rasa cinta karena Allah Azza Wajalla dan dilakukan sesuai syari'at akan mendatangkan ketentraman hati insyaAllah.
  5. Dan yang bisa melakukan sedikit hikmah dari sejumlah hikmah tak terhingga yang ada dari sebuah pernikahan diatas adalah bahwa "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpiki". Jadi sobat simpulkan sendiri ya, bagi yang melanggar rambu-rambu yang digariskan diayat tersebut berarti orang yang tidak berpikir.
Karenanya sobat semilir sekalian, karena Seks itu adalah Fithrah, selagi dijalankan sesuai dengan ketentuan syar'i, insyaAllah dianya akan menjadi sesuatu yang indah dan bernilai ibadah. Wallahu A'lam~Semilir hati

0 comments:

Poskan Komentar

Jika sobat merasa informasi ini bermanfaat, silahkan sobat memberikan komentar. Jika sobat hendak men-COPY ARTIKEL INI, MOHON KIRANYA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MARI KITA SALING MENGHARGAI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Jangan lupa, klik Google+ diside bar sebelah kiri