Pola Asuh Perfeksionis~Sobat semilir, apa kabar pagi ini ? Meskipun rangking alexa blog semilir terus memburuk beberapa hari belakangan ini, walaupun dibilangan yang tidak terlalu signifikan dan sampai hari ini belum ketemu sabab musababnya, saya tidak mau ambil pusing. InsyaAllah saya akan terus berusaha berbagi dengan sobat semilir semua. Kali ini kita akan bercerita tentang orang tua perfeksionis.
Tentu kita pernah menemukan orang tua yang ingin menjadikan anaknya menjadi sempurna (perfeksionis) seperti yang mereka harapkan.  Mereka cenderung mendidik dan membentuk anaknya harus sesuai dengan keinginan mereka, sang anak harus begini dan tidak boleh begitu, dilarang melakukan ini dan itu. Dan biasanya hal-hal seperti itu dilakukan secara berlebihan, sampai-sampai hal yang paling pribadi pun ikut-ikutan diaturnya.
Sobat semilir, anak terlahir kedunia ini untuk menjadi dirinya sendiri dengan cara yang benar sesuai nilai-nilai yang berlaku. Dia terlahir membawa sifat, bakat dan karakternya sendiri. Pada saat kita menerapkan Pola Asuh Perfeksionis, pada saatnya nanti anak tersebut tidak tahan lagi dengan cara kita karena sang anak merasa tidak nyaman, banyak hal yang bertentangan dengan keinginannya. Banyak hal yang bertentangan dengan karakternya. Banyak hal yang tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dibawanya semenjak lahir. Ia pun akan melakukan perlawanan, baik dengan cara menyakiti dirinya sendiri, ataupun dengan perlawanan tersembunyi atau maupun terang-terangan dengan cara memberontak dan membantah orang tuanya.
Kurangilah sifat kita yang perfeksionis. Cobalah kita gali dan kita cari tahu apa yang menjadi kemauan anak kita. Apa yang menjadi minat dan bakatnya. Apa karakternya, agar kita dapat menerapkan pola asuh yang sesuai dengan karakternya. Karena bisa saja apa yang kita terapkan ternyata bertentangan dengan keinginan, karakter dan bakat sianak. Sianak akan menjalankan apa yang kita inginkan dengan terpaksa karena bertentangan dengan hati nuraninya. Sesuatu yang terpaksa akan berakibat tidak baik.  Berilah ijin kepada anak untuk melakukan banyak hal yang baik dan positif. Berlatihlah untuk selalu berdialog dan berkomunikasi dengan anak kita mengenai cita-cita, visi nya dimasa datang dan apa yang akan dia lakukan kedepan. Bangunlah situasi saling mempercayai antara kita dan anak kita. Kurangilah jumlah larangan yang berlebihan. Gunakan kesepakatan-kesepakatan untuk memberikan batas yang lebih baik. Yang penting kita sudah menjelaskan rambu-rambu yang boleh dan tidak boleh menurut agama dan norma masyarakat, yang tentunya disesuaikan dengan usia tumbuh kembang anak kita dan minta ia untuk berkomitmen terhadap hal-hal tersebut. Jangan lupa juga mengajarkan dasar-dasar pertimbangan ketika anak akan melakukan sesuatu~Semilir hati


0 comments:

Poskan Komentar

Jika sobat merasa informasi ini bermanfaat, silahkan sobat memberikan komentar. Jika sobat hendak men-COPY ARTIKEL INI, MOHON KIRANYA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MARI KITA SALING MENGHARGAI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Jangan lupa, klik Google+ diside bar sebelah kiri