Masa Berlalu Begitu Cepat~Assalaamualaikum Sobat semilir, kita sudah memasuki hari ke 24 Ramadhan 1433 H. Rasanya baru kemarin keceriaan akan hadirnya tamu agung ini kita alami. Dan tanpa terasa pula, hari ini kita sudah hampir sampai di penghujung Ramadhan. Begitu singkatnya waktu. Masa berlalu begitu cepat. Terkadang melihat keceriaan anak-anak sekolah dasar yang baru pulang sekolah membuat kita menerawang kemasa-masa dulu yang tak mungkin kita raih kembali. Ingin rasanya mengulangi waktu-waktu itu. Ketika kecil bermanja-manja, kemudian beranjak remaja dengan tingkah polah dan kenakalannya. Dan tak terasa kini usia saya sendiri sudah berkepala tiga. Seperti halnya salah satu nasehat imam al-Ghazali kepada muridnya bahwa yang paling jauh itu adalah masa lalu. Jauh dan semakin menjauh, sangat tidak mungkin untuk kembali walau sedetik yang telah kita lewati. Kenapa hari-hari ini kita jalani begitu cepat. Rasanya pula baru kemarin hingar bingar tahun masehi 2012 kita lewati, dan tanpa terasa pula kita sudah hampir mendekati penghujung tahun. Sebulan rasa seminggu, seminggu rasa sehari, sehari serasa satu jam saja. Ternyata sobat semilir, apa yang kita rasakan ini sudah digambarkan oleh panutan kita yang mulia Muhammad Sallallaahu 'Alaihi wasallam. Didalam sebuah hadits. Beliau mengatakan

"Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa cepat, sampai-sampai setahun terasa seperti sebulan, sebulan terasa seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti rentang waktu terbakarnya pelepah kurma atau daunnya". (Sahih-Ibnu Hibban no. 482).

Para ahli hadits menafsirkan cepatnya waktu berlalu ini dikarenakan sedikitnya keberkahan yang ada didunia. Dan ada pula yang menafsirkan cepatnya waktu berlalu ini disebabkan oleh kecanggihan teknologi berupa teknologi komunikasi. Namun apapun itu namanya sobat, diawal hadits dikatakan Kiamat tidak akan terjadi dst. Itu artinya hal ini merupakan salah satu tanda-tanda kiamat. Dan itu tandanya kita sudah berada dipenghujung masa dunia.
Sobat, setiap waktu yang diberikan Allah kepada kita merupakan kesempatan yang diberikan oleh-Nya kepada kita untuk dapat kita gunakan sebaik-baiknya. Apa yang saya tulis ini merupakan teguran buat diri saya agar selalu berusaha sebaik mungkin, agar bergulirnya waktu yang diberikan Allah Azza Wajalla itu tidak terlewati secara sia-sia. Saya teringat ketika akan menerima pengumuman dan penerimaan rapor ketika masih duduk dibangku sekolah, dan mengharap juara, hari bergerak terasa lambat. Lama sekali rasanya untuk sampai telinga ini mendengar pengumuman siapa yang menduduki peringkat pertama, kedua dan ketiga. Tetapi ketika saya melakukan kesalahan, dan saya takut sekali jika kesalahan tersebut diketahui oleh ayah saya sepulang beliau bekerja, maka waktu terasa cepat sekali, tahu-tahu beliau sudah pulang. Apakah ini artinya pengharapan kehidupan dunia dan akhirat ? Ketika seseorang mengharapkan kehidupan hakiki di akhirat maka waktu akan merambat, sedangkan bagi pecinta dunia waktu akan terasa berlari, bahkan sehari terasa tidak cukup bagi mereka untuk menikmati dunia. Wallahu A'lam. Yang jelas, mari kita berusaha untuk terus memperbaiki diri kita dan berharap Allah Azza Wajalla memberikan keteguhan hati kepada kita agar senantiasa selalu berusaha menggapai Ridho-Nya disetiap waktu yang diberikan-Nya kepada kita. Amiin. Wallahu A'lam.

0 comments:

Poskan Komentar

Jika sobat merasa informasi ini bermanfaat, silahkan sobat memberikan komentar. Jika sobat hendak men-COPY ARTIKEL INI, MOHON KIRANYA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MARI KITA SALING MENGHARGAI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Jangan lupa, klik Google+ diside bar sebelah kiri